Handono Bunuh dan Kubur Fitriani dalam Kamar Rumah di Blitar Oktober 2021

Blitar – Suprio Handono (31) telah membunuh istrinya sendiri, Fitriani (21). Usai membunuh, Handono mengubur jasad istrinya di dalam kamar rumahnya di Desa Bacem, Ponggok, Blitar.
Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo P.S mengatakan pembunuhan itu dilakukan Handono pada Oktober 2021. Handono melakukannya siang hari.

“Dari hasil pemeriksaan, kejadian terjadi pada bulan Oktober tahun 2021. Sementara bisa disampaikan ada permasalahan keluarga antara S dan istrinya. Kemudian memicu terjadi pembunuhan,” ujar Danang saat pres rilis di Mapolres Polres Blitar, Jumat (24/11/2023).

Usai membunuh, kata Danang, Handono lalu mengubur jasad Fitriani di salah satu kamar. Handono kemudian menjual rumah tersebut dan saat dilakukan renovasi, ditemukan kerangka manusia yang akhirnya diketahui adalah kerangka Fitriani.

Danang menambahkan Handono akan dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Adapun ancaman hukuman sekitar 15 tahun penjara. Sementara barang bukti yang diamankan termasuk satu buah selimut, kain, anting – anting dan foto kerangka manusia.

“Nanti akan ada rekontruksi, dalam rangka memperjelas kejadian itu. Tapi belum bisa dipastikan kapan, masih menunggu penyidikan lebih lanjut,” tandasnya. https://gayunggoyang.com

Tarik Dukungannya dari Ganjar, Relawan Bejo Beralih Dukung Prabowo-Gibran

Jakarta – Relawan Benteng Jokowi (Bejo) menarik dukungannya untuk pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Relawan Bejo beralih mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Informasi penarikan dukungan ini dikonfirmasi langsung oleh Sekjen Relawan Bejo, Zaenal Aziz. Dia menjelaskan alasan pihaknya menarik dukugan untuk Ganjar-Mahfud.

“Terkait itu sesuai dengan apa yang kami tulis, jadi waktu itu saya datang ke Makassar saya dilantik jadi anggota ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia) pusat, saya sampaikan langsung ke Pak Ganjar bahwa Benteng Jokowi mendukung Pak Ganjar Pranowo di 516 kabupaten/kota, tapi ternyata pada saat kami sampaikan itu, Pak Ganjar sendiri langsung menjawab bahwa ketika saya kasih kartu nama Benteng Jokowi, Pak Ganjar bilang bahwa ‘Pak Jokowi tidak mendukung Pak Ganjar Pranowo’, itu disampaikan di depan teman-teman ICMI,” kata Aziz saat dikonfirmasi, Jumat (24/11/2023).

Aziz menyebut saat itu pun langsung menyampaikan hal itu kepada Ketua TKRPP PDIP Ahmad Basarah. Namun, menurutnya tidak ada kelanjutan kabar dari penolakan tersebut.

“Nah hal tersebut kami jelaskan lagi bahwa kami mendukung bapak, setelah itu kami sampaikan, dan saya sudah konfirmasi juga ke TKRPP PDIP Ahmad Basarah dan Sekjen Perindo Pak Rofiq, ketika saya sampaikan dibalas ‘nanti akan di-clear-kan ke Pak Ganjar’ terus tidak ada konfirmasi lanjut,” ucapnya.

Karena itu lah, Aziz menyebut kini pihaknya memutuskan untuk mengambil sikap. Dia pun menegaskan relawan Bejo se-Indonesia menarik dukungan untuk Ganjar-Mahfud.

“Maka kami menentukan sikap untuk menarik dukungan penuh kami di seluruh kabupaten/kota dan juga provinsi untuk kami alihkan kepada Pak Prabowo dan Mas Gibran Rakabuming, tadi saya kirim foto dan video statemen kami yang sudah bertemu Mas Gibran di hari Selasa (21/11) kemarin,” ujar dia.

Aziz pun menekankan penarikan dukungan ini juga atas serangkaian penolakan dari pihak Ganjar-Mahfud di berbagai tempat. Salah satunya, kata dia, penolakan di Papua beberapa saat lalu.

“Hal tersebut kenapa kami sampaikan? Karena terjadi juga penolakan di beberapa provinsi, kemarin di Riau, Medan, kemudian yang juga kami kemarin ada 3.120 orang di wilayah Papua, itu juga sama, dan hal itu menjadikan statemen kami mutlak, dan kami telah secara resmi mengajukan pencabutan dukungan terhadap Pak Ganjar Pranowo dan Pak Mahfud Md baik ke TKRPP, TKN, dan juga kami sudah sampaikan ke KPU,” tegasnya.

“Kami sudah sampaikan dukungan kami kepada Pak Prabowo dan Mas Gibran, dan kami kirimkan ke TKN Pak Prabowo dan Mas Gibran. Jadi semua dokumen ada di situ, sudah kami selesaikan, dan kami daftarkan juga, agar kami tetep bisa berkampanye di KPU uya, jadi kami kirim ke KPU 2, 1 surat pencabutan, dan 1 surat pengalihan dukungan,” lanjutnya. https://ceretemas.com

Detik-detik Perampokan Sadis Ayah Dibacok, Anak Dipukul-Istri Diperkosa

Musi Rawas – Satu keluarga di Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi korban perampokan dan penganiayaan. Sang ayah dibacok, sementara istrinya diperkosa.
Kasat Reskrim Polres Mura AKP Harry Dinar mengatakan peristiwa itu bermula ketika DD, sang ayah lalu SL, istri dan dua anaknya yang masih bocah tengah tertidur pulas, pada Jumat (24/11) dini hari.

Tiba-tiba, saat waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB seorang anak korban mendengar suara tak biasa dari luar kamar. Anak korban, yang mendengar itu lalu keluar mengecek suara tersebut.

Saat bocah itu keluar, dan benar saja ia mendapati para pelaku sedang mengacak-acak rumah mencari barang berharga. Bocah tersebut yang kaget sontak berteriak hingga membangunkan sang ayah.

DD yang panik mendengar teriakan anaknya, pun bergegas menuju sumber suara. Tapi nahasnya ketika DD keluar, pelaku langsung membacoknya secara membabi buta di sejumlah bagian tubuhnya hingga terkapar berdarah.

Bocah tersebut yang masih berteriak kemudian dipukul pelaku dengan menggunakan kayu agar diam. Saat anak DD yang satu lagi bangun dan berteriak, hal serupa juga dilakukan pelaku.

Melihat DD dan anaknya sudah tak berdaya, pelaku bergegas ke kamar dan mengancam istri korban, SL untuk tak berteriak. Saat SL mencoba berontak dan melawan, pelaku juga memukulnya hingga akhir SL pasrah diperkosa pelaku.

“Iya korban dan keluarganya dibacok, dipukul, diperkosa oleh para pelaku,” kata Harry saat dihubungi, Jumat (24/11/2023).

Pelaku yang panik karena teriakan para korban sebelumnya takut direspons oleh warga, langsung kabur membawa motor DD dan dua unit handphone yang ada di rumah korban.

Tak lama setelah kejadian, DD yang masih sadarkan diri membawa anak dan istrinya keluar menuju rumah warga untuk mendapatkan pertolongan.

Warga yang melihat kondisi DD dan keluarga yang tragis pun langsung berusaha memanggil warga lain untuk memberikan pertolongan terhadap para korban, hingga akhirnya peristiwa itu menjadi heboh.

“Kita yang mendapat informasi telah terjadi peristiwa tersebut langsung mengecek ke lokasi memastikan kebenaran kejadian itu. Saat kita ke lokasi bahwa benar telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan disertai pemerkosaan di sana,” katanya.

Untuk tiga terduga pelaku, katanya, saat ini masih diselidiki identitas dan keberadaan. Harry pun memohon doa agar kasus perampokan sadis ini bisa segera terungkap.

“Kita masih terus menyelidiki, anggota di lapangan masih terus bekerja berusaha mengungkap kasus ini. Mohon doanya semoga segera terungkap,” harapnya. https://lakbanhitam.com